Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus

Sore ini kemarin iseng main ke sekolah dasar Luar Biasa di kampung saya. SLB tersebut bernama SLB Ikhlas Dharma Bakti. Awalnya sih cuma kepengen ngenet karena ada kiriman email yang harus saya buka dan di SLB itulah tempat terdekat untuk mengakses internet. Namun, begitu masuk ruangan terbesit beberapa pertanyaan mengenai anak berkebutuhan khusus. Apa saja yang tergolong anak-anak berkebutuhan khusus? Bagaimanakah masa depan mereka? Tampaknya saya masih belum peka terhadap keberadaan mereka.

“ anak-anak berkebutuhan khusus boleh jadi memang cacat, tapi jangan pernah cacatkan mereka”.

Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatank termasuk epilepsi,dll. Karena keterbatasan yang mereka miliki mereka harus mendapatkan pendidikan yang khusus. SLB (Sekolah Luar Biasa) merupakan tempat bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan.

Di dalam SLB mereka dikelompokkan menjadi kelas-kelas tertentu sesuai dengan kekhususan mereka. Pembagian tersebut antara lain:

  • SLB bagian A untuk tunanetra dimana mereka membutuhkan modifikasi tertentu untuk membaca yaitu huruf Braille.
  • SLB bagian B untuk tunarungu yang menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi.
  • SLB bagian C untuk tunagrahita yaitu individu yang memiliki intelegensi yang signifikan dibawah rata-rata disertai dengan ketidakmampuan adaptasi perilaku yang muncul dalam masa perkembangan. Pembelajaran untuk tunagrahita ditujukan pada kemampuan bina diri dan sosialisasi.
  • SLB bagian D untuk tunadaksa yaitu orang dengan kelainan neuromuskular oleh karena kongnital (bawaan), penyakit ( cerebral palsy, polio, dll), kecelakaan, amputasi.
  • SLB bagian E untuk tunalaras yaitu orang dengan gangguan kontrol emosi sedangkan SLB bagian G untuk cacat ganda.

 

Di SLB ikhlas dharma Bakti sendiri terdapat 27 siswa aktif. Kebanyakan mereka tergolong bagian C dengan derajat yang berbeda-beda termasuk disini syndroma down. Ada yang bisa dididik dengan baik ada pula yang sama sekali tidak dapat. Kondisi di atas juga menentukan target pendidikan mereka. Bagi anak dengan kondisi yang mampu dididik, mereka akan dibekali dengan keterampilan sedangkan yang tidak target mereka adalah mampu mengurusi diri sendiri termasuk mengganti pakaian, membersihkan diri, dll sehingga tidak tergantung orang lain. Gambar diatas merupakan pekerjaan dari dua siswa yang berbeda. Sebelah kiri tuna grahita derajat sedang sedangkan yang kanan tunagrahita derajat ringan.

Ketika saya menanyakan latar belakang keluarga siswa kepada salah seorang pendidik, beliau menjawab ya bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga. Sebagian besar siswa-siswi di SLB tersebut berasal dari keluarga kurang mampu. Mungkin hal ini sesuai dengan teori-teori yang saya dapat di bangku kuliah. Karena kurangnya nutrisi di masa kehamilan menjadikan peluang bayi lahir cacat lebih besar. Namun, apakah takdir Allah harus disalahkan? Tentu tidak, yang menjadi tantangan bukanlah menjadikan mereka normal tetapi bagaimana mereka dapat mandiri dan hidup seperti orang normal.

 

SLB Ikhlas Dharma Bakti sering mendapatkan pesanan untuk membuat tas, tutup gelas, dll. Kerajinan-kerajinan tersebut dikerjakan oleh siswa-siswi sendiri dan hasilnya nanti dibagikan kepada mereka. Untuk ke depannya mungkin akan dibangun sebuah sentra kerajinan tangan untuk siswa-siswi yang telah lulus.

 

Pada akhirnya, bagi yang terlahir normal tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur. Kesempurnaan fisik dan mental merupakan anugerah yang luar biasa. Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

 

About pipsaputra

mahasiswa kedokteran fk unair angkatan 2008...

Posted on February 23, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Inspirring story….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: