Pantai Sukamade Pantai Penyu

Setahun yang lalu tepatnya setelah perjalanan dari Pulau Sempu saya memang sudah merencanakan untuk menghabiskan waktu liburan semester 7 di Lombok. Kusisihkan uang 1000 rupiah setiap hari untuk mewujudkan rencana tersebut. Mendekati masa liburan ternyata ada perubahan berkaitan dengan liburan, yang semula hanya di tarjetkan pulau lombok berubah menjadi 3 tempat yaitu Banyuwangi, Bali, dan target awal Lombok.Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau sebenarnya Banyuwangi merupakan kabupaten dengan potensi wisata alam yang luar biasa. Ada trilogi tempat wisata di Banyuwangi yang menjadi andalan yaitu Taman Nasional Meru Betiri, Kawah Ijen, dan Taman Nasional Alas Purwo.

Taman Nasional Meru Betiri terletak di bagian barat daya Banyuwangi dan berbatasan dengan Kabupaten Jember. Taman Nasional ini merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki potensi flora, fauna dan ekosistem serta gejala dan keunikan alam yang dapat dikembangkan sebagai obyek dan daya tarik wisata alam.

salah satu keunikan yang ada di kawasan ini adalah penangkaran penyu di pantai sukamade. pantai sukamade merupakan 1 dari 9 tempat penangkaran penyu yang ada di Indonesia. Pantai ini merupakan tempat penangkaran penyu semi alami. Berbagai macam jenis penyu yang ditangkarkan yaitu, Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea).

image

penyu hijau

image

penyu sisik

image

penyu belimbing

perjalanan ke pantai sukamade dapat dilakukan dengan menggunakan jeep, pick up, atau bila dalam rombongan dapat menggunakan truk. perjalanannya sendiri sangat mengasyikkan. jalan yang tidak rata membuat tubuh bergoyang-goyang hebat di sepanjang perjalanan. asoy geboy pokoknya apalagi di perjalanan terdapat suguhan satwa liar yang berkeliaran di habitat aslinya. dengan jarak 11 km perjalanan ke sukamade dapat memakan waktu 2-3 jam oleh karena kondisi jalannya yang susah.

mendekati kampung sukamade hutan hujan tropis di kanan kiri jalan mulai tergantikan dengan hutan karet dan tanaman kakau. di desa sukamade memang terdapat pabrik yang mengolah bahan mentah karet. dan tampaknya mata pencaharian warga sukamade memang di perkebunan tersebut.

perjalanan dengan kendaraan dapat lanjut sampai ke area penangkaran atau berhenti di sungai besar kemudian dilanjutkan dengan menyeberang dengan getek dan berjalan kaki sampai ke area penangkaran. dari tempat penangkaran masih dibutuhkan 10 menit berjalan untuk sampai ke pantai sukamade.

pantai sukamade merupakan pantai berpasir putih yang memanjang sekitar 2,5-3 km. pantai tersebut dibagi menjadi dua area untuk memudahkan pencarian telur penyu. pada bulan-bulan tertentu sunset dapat terlihat dengan jelas tergantung posisi matahari. karena merupakan pantai selatan, ombak di pantai sukamade relatif besar. oleh karena itu dilarang mandi di pantai tersebut.

area penangkaran penyu di pantai sukamade dijaga oleh 9 orang tiap malamnya. 5 orang jaga di tempat pennangkaran sedangkan 4 lainnya berkeliling pantai untuk mencari penyu yang bertelur. wisatawan yang berkunjung dapat ikut berburu telur penyu.

penyu bertelur di pantai yang kering oleh karena jika terkena air laut telur penyu sulit menetas. penyu juga takut akan suara dan cahaya. jika ketika mau bertelur penyu terkena sorotan cahaya atau suara berisik maka penyu akan mengurungkan niatnya untuk bertelur. oleh karena itu wisatawan dilarang menyalakan sumber cahaya apapun dan juga membuat gaduh. penyu sendiri memiliki siklus bertelur antara 9 tahun. sekali bertelur penyu mampu menghasilkan ratusan telur. namun dari angka tersebut prosentase menetasnya sangat kecil. hal itu belum ditambah dengan adanya predator alami yaitu biawak ataupun ulah perburuan manusia. dalam penangkaran pun dari pengambilan telur sampai penyu bertahan dewasa perbandingannya hanya 1000:1. artinya dari 1000 telur yang dikeluarkan hanya 1 saja yang mampu bertahan sampai dewasa. oleh karena itu penyu tergolong hewan dengan status konservasi terancam.

penyu bertelur dengan membuat lubang dengan dua kakinya untuk tempat meletakkan telur. stelah selesai bertelur lubang tersebut ditutup dengan gundukan. penyu kemudian membuat gundukan lain di depan tempat telur diletakkan untuk mengelabuhi predator alami. setelah penyu selesai bertelu biasanya petugas konservasi segera mengambil telur dhitung jumlahnya dan dikelompokkan menjadi satu untuk kemudian di tetaskan di tempat penangkatan. telur penyu menetas antara kurun waktu 60-75 hari. kemudian telur tersebut menjadi tukik. tukik dapat dilepas dilaut setelah dilakukan pembiasaan di habitat buatan. kurang lebih 2 minggu tukik dapat dilepas di lautan. kalau beruntung wisatawan juga boleh ikut melepas tukik ke laut.

About pipsaputra

mahasiswa kedokteran fk unair angkatan 2008...

Posted on February 6, 2012, in Outdoor And Adventure. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: